Pernahkah kau rasakan ini,wahai saudaraku!
Terbangun,terdengar sakitnya menyerang nurani
Kebingungan menyerap terasa sangat dari kepala hingga ujung kaki
Larutan-larutan pun berubah menjadi kental membentuk pertanyaan
"Apakah ini tipu daya iblis atau keyakinan darimu wahai Yang Maha Cinta?"
"Darimana ku segera dapat jawaban jika khawatir ikut kecewa?"
"Kau tidak perlu resah wahai ruh jiwa.Sesungguhanya semua terjawab sudah,"kata akal dan nurani
"Basuhlah dirimu dengan nikmat-Nya niscaya dengan iman kau dapat ketahui jawaban
Bahwasanya semua sudah kehendak-Nya,percayalah
Yakinkah kekuatan iman,itulah yang Ia mau
untuk kita yang Insya Allah selalu bersyukur akan akal,pikiran,dan ruh
Tuesday, July 31, 2012
Tuesday, July 24, 2012
Pertanyaan?
Kesunyian membeberkan pertanyaan
Pikiran berputar-putar,jasadpun mencari jawaban
Hati tak tinggal diam
Tapi ia dilarang berprasangka
Ketakutan meredam pengada-adaan setelah keharusan ditetapkan
untuk kita yang seri bertanya-tanya
Pikiran berputar-putar,jasadpun mencari jawaban
Hati tak tinggal diam
Tapi ia dilarang berprasangka
Ketakutan meredam pengada-adaan setelah keharusan ditetapkan
untuk kita yang seri bertanya-tanya
Monday, July 23, 2012
Perasaanku Tentang Perasaanku Padamu
Percikan api cintamu
Laksana halilintar yang menyambar
Dari riak kecil dalam hati
Terpercik ke hatiku
Yang laksana kayu bakar
Bakarlah hatiku dengan api cintamu
Kuhadapkan wajah ke penjuru angin
Utara,selatan,timur,dan barat
Tiada kutemui apapun
Selain wajahmu yang membayang
Aku telah terbiasa memujamu
Melupakan dirimu sejenak
Bagaikan terhempas kedalam pusaran sesal
Kini aku bersimpuh
Dibawah kakimu yang melindungiku
Dari kekecewaan
Aku tak tahu darimana cinta ini berawal
Tapi,
Aku tahu pasti bahwa cinta ini
Tak akan pernah berakhir
untuk kita yang buta karena cinta
Laksana halilintar yang menyambar
Dari riak kecil dalam hati
Terpercik ke hatiku
Yang laksana kayu bakar
Bakarlah hatiku dengan api cintamu
Kuhadapkan wajah ke penjuru angin
Utara,selatan,timur,dan barat
Tiada kutemui apapun
Selain wajahmu yang membayang
Aku telah terbiasa memujamu
Melupakan dirimu sejenak
Bagaikan terhempas kedalam pusaran sesal
Kini aku bersimpuh
Dibawah kakimu yang melindungiku
Dari kekecewaan
Aku tak tahu darimana cinta ini berawal
Tapi,
Aku tahu pasti bahwa cinta ini
Tak akan pernah berakhir
untuk kita yang buta karena cinta
Penyerahan
Keselamatan atasmu,duhai Rupawan
Seperti yang sudah-sudah,dalam sujud kutegaskan,"Tunjukkan padaku pusat cahaya itu!"
Kini tiba saatku
Lupakan keringat dan doaku yang selalu tercurah
Bayar semua itu dengan penyerahan
untuk kita yang sedang ikhtiar
Seperti yang sudah-sudah,dalam sujud kutegaskan,"Tunjukkan padaku pusat cahaya itu!"
Kini tiba saatku
Lupakan keringat dan doaku yang selalu tercurah
Bayar semua itu dengan penyerahan
untuk kita yang sedang ikhtiar
Sunday, July 22, 2012
MUKADIMAH MANUSIA
Kunci Hidup Tenang
Kutahu rizkiku tak akan diambil orang
Makanya hatiku tenang
Kutahu amalku tak akan dilakukan orang
Makanya kusibukkan diriku beramal
Kutahu akhirnya kan berjodoh
Makanya aku tak perlu sibuk berjodoh
Kutahu ALLAH selalu melihatku
Makanya aku malu bila Dia melihatku bermaksiat
(Fajar TN)
Jika dihikmati,semua kalimat sepertinya wajib untuk dijadikan paradigma manusia.Perspektif sebagai manusia tanpa arah.Ya tentu pasti tak semudah yang dikatakan.Tapi tak ada salahnya juga jika dilakukan.
Subscribe to:
Posts (Atom)