Percikan api cintamu
Laksana halilintar yang menyambar
Dari riak kecil dalam hati
Terpercik ke hatiku
Yang laksana kayu bakar
Bakarlah hatiku dengan api cintamu
Kuhadapkan wajah ke penjuru angin
Utara,selatan,timur,dan barat
Tiada kutemui apapun
Selain wajahmu yang membayang
Aku telah terbiasa memujamu
Melupakan dirimu sejenak
Bagaikan terhempas kedalam pusaran sesal
Kini aku bersimpuh
Dibawah kakimu yang melindungiku
Dari kekecewaan
Aku tak tahu darimana cinta ini berawal
Tapi,
Aku tahu pasti bahwa cinta ini
Tak akan pernah berakhir
untuk kita yang buta karena cinta
No comments:
Post a Comment